Buku Mimpi Pahit di Kamboja mengangkat realita kelam perdagangan manusia yang menjerat warga negara Indonesia, khususnya generasi muda, melalui skema kejahatan siber modern yang kian masif dan terselubung. Berangkat dari kisah-kisah nyata para korban, buku ini menggambarkan bagaimana mimpi memperoleh pekerjaan layak di luar negeri berubah menjadi pengalaman pahit penuh dengan eksploitasi, serta tekanan fisik dan psikologis. Dengan bahasa yang lugas dan empatik, penulis menelusuri pola penjelajahan, peran jaringan agen, hingga modus operandi perdagangan orang lintas negara yang kerap luput dari perhatian publik.
Lebih dari sekadar laporan kasus, Mimpi Pahit di Kamboja merupakan suara kemanusiaan yang mengajak pembaca untuk memahami persoalan TPPO secara utuh dan mendalam. Buku ini menyajikan refleksi kritis tentang lemahnya perlindungan terhadap pekerja migran, sekaligus menyoroti pentingnya peran negara, lembaga internasional, dan masyarakat sipil dalam mencegah perbudakan modern. Melalui narasi yang menggugah, buku ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif serta mendorong aksi nyata untuk melindungi setiap WNI dari jerat perdagangan manusia.







Reviews
There are no reviews yet.