Lembaga pendidikan Islam kerap gamang berdiri di antara dua kutub: sakralitas tradisi dan tuntutan profesionalisme modern. Naskah ini hadir menjembatani kekeliruan itu. Bukan sekadar kumpulan teori manajemen kaku, melainkan panduan taktis tata kelola yang bernafas syariah. Di sini, fungsi perencanaan hingga pengawasan didudukkan kembali sebagai wujud ibadah, memastikan roda organisasi berputar efisien tanpa kehilangan ruh spiritualnya.
Mengupas “dapur” operasional, penulis tidak menghindari topik sensitif yang sering menjadi benalu lembaga. Mulai dari dilema guru kesejahteraan versus semangat khidmah, integrasi kurikulum yang kerap tumpang tindih, hingga transparansi keuangan, semuanya berbeda. Tawarannya jelas: strategi pengelolaan SDM, sarana, dan humas yang kokoh agar madrasah atau pesantren tidak sekadar bertahan hidup, tetapi mampu mandiri dan dipercaya masyarakat.
Era disrupsi yang menuntut adaptasi, bukan nostalgia. Buku ini menantang para praktisi untuk merangkul teknologi dan inovasi mutu tanpa menggerus nilai luhur keislaman. Ini adalah peta jalan ringkas bagi siapa saja yang ingin mentransformasi lembaga pendidikan menjadi lembaga yang lincah, akuntabel, dan relevan menjawab tantangan zaman.







Reviews
There are no reviews yet.