Buku ini mengulas secara menyeluruh kegagalan konstruksi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pendekatan keilmuan teknik sipil, dengan meninjau aspek sejarah, teknik struktural, manajemen risiko, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Uraian dimulai dari perkembangan Bursa Efek Indonesia dan dinamika perubahan fisik gedung BEI di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), yang menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas, perubahan fungsi ruang, dan proses modernisasi gedung memberikan konsekuensi langsung terhadap tuntutan kinerja struktur bangunan.
Pemabahasan tentang kegagalan konstruksi dijelaskan secara rinci mulai dari sambungan mezzanine, perilaku dinamis struktur, penurunan kualitas material, kelemahan desain elemen sekunder, serta minimnya pemeliharaan dan inspeksi berkala. Mengutamakan keselamatan penghuni gedung adalah upaya yang harus dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi strategi mitigasi kebencanaan. Pembaca akan mendapatkan banyak pelajaran bagaimana rekayasa struktur, implikasi hukum dan tanggung jawab profesional, serta penerapan prinsip K3LH untuk keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan bangunan bertingkat khususnya di Indonesia. Semoga karya ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan untuk pembaca.








Reviews
There are no reviews yet.