Krisis perubahan iklim telah berkembang menjadi permasalahan multidimensi yang tidak hanya mencakup kerusakan lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi etika, perilaku sosial, dan orientasi nilai masyarakat. Respons yang dominan bersifat teknokratis dan kebijakan formal seringkali belum menyentuh akar permasalahan pada tingkat kesadaran dan praktik keseharian. Dalam konteks inilah, institusi keagamaan, khususnya masjid, memiliki potensi strategi yang selama ini kurang dimanfaatkan secara sistematis dalam agenda mitigasi perubahan iklim
Buku ini menyampaikan gagasan bahwa masjid dapat bertransformasi dari sekadar ruang ritual ibadah menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan, dan aksi ekologis berbasis komunitas. Melalui sintesis literatur ilmiah mutakhir, refleksi teologis Islam, serta pembacaan kritis terhadap realitas perkotaan, diuraikan bagaimana nilai-nilai Islam memiliki daya transformatif dalam membentuk kesadaran dan perilaku ramah lingkungan. Konsep khalifah , amanah , mizan , dan larangan fasad fil ardh tidak berhenti sebagai wacana normatif, tetapi diterjemahkan ke dalam praktik konkret, seperti pengelolaan sampah berbasis masjid, penghijauan lingkungan, literasi ekologis jamaah, hingga pengembangan wakaf kompos sebagai instrumen ekonomi sirkular.
Dengan pendekatan interdisipliner yang menjembatani teologi, ekologi, dan tata kelola komunitas, buku ini menawarkan model kesalehan ekologis yang aplikatif dan kontekstual. Ditujukan bagi para akademisi, pengelola masjid, aktivis lingkungan, dan pembuat kebijakan, buku ini menegaskan peran masjid sebagai simpul penting dalam aksi iklim berkelanjutan berbasis nilai keagamaan.







Reviews
There are no reviews yet.